Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Kewirausahaan bagi Dosen Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universitas Lampung Tahun 2026
Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Lampung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Kewirausahaan bagi dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Lampung pada hari Selasa, 07 Juli 2026.
Kepala Pusat Manajemen Mata Kuliah Umum, Drs. Nusyirwan, M.Si., menjelaskan bahwa FGD merupakan langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan mata kuliah kewirausahaan sesuai dengan standar akademik yang telah ditetapkan serta bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kualitas pembelajaran kewirausahaan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi dan dunia kerja. Menurutnya, penyamaan persepsi di kalangan dosen menjadi fondasi penting dalam mewujudkan proses pembelajaran yang memiliki arah, target, dan capaian yang lebih terukur. Lebih lanjut, beliau mengemukakan bahwa forum ini difokuskan pada pembahasan internalisasi media pembelajaran yang dikembangkan oleh Wadhwani Foundation kedalam kurikulum MKWK Kewirausahaan. Selain membahas pengembangan substansi mata kuliah, FGD juga menjadi wadah untuk menyusun strategi implementasi media pembelajaran secara efektif, termasuk rencana pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi dosen pengampu MKWK Kewirausahaan di Universitas Lampung.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Abdurrahman, M.Si. sebagai Kepala LPMPP Universitas Lampung. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Wadhwani Foundation dalam penguatan pembelajaran kewirausahaan di lingkungan Universitas Lampung. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) maupun modul perkuliahan yang telah digunakan dengan metode serta materi pembelajaran yang dikembangkan oleh Wadhwani Foundation. Integrasi tersebut diyakini akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui pendekatan yang lebih inovatif, aplikatif, dan relevan dengan dinamika perkembangan dunia kewirausahaan.
Prof. Abdurrahman menegaskan pentingnya membangun kemitraan yang berkelanjutan antara Universitas Lampung dan Wadhwani Foundation. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran kewirausahaan, tetapi juga memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan kampus serta mendorong lahirnya generasi wirausahawan muda yang memiliki daya saing dan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan global.
Menutup sambutannya, Prof. Abdurrahman mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi diskusi secara aktif, memanfaatkan forum sebagai ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Melalui FGD ini, Universitas Lampung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kewirausahaan yang berkualitas, berorientasi pada inovasi, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di masa depan.[amat buhori].
