Bhakti Sosial dan Workshop Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pancasila dan Agama Hindu

Universitas Lampung melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) menyelenggarakan kegiatan implementasi pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pancasila dan Agama Hindu berbasis proyek. Kegiatan ini mengusung tema “Mengangkat Kepemimpinan Berintegritas yang Berpadu dengan Nilai Pancasila dan Darma” yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Pura Bhuana Santhi, Bandar Lampung.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T. mengawali dengan membuka rangkaian acara ini, turut hadir Sekretaris LPMPP Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.I.P., Kepala Pusat Manajemen Mata Kuliah Umum, Dr. Nusyirwan, para narasumber, Prof. Dr. Ketut Murniati, Prof. Dr. I Gede Swibawa serta para tokoh agama Hindu, serta dosen pengampu MKWK Agama Hindu di lingkungan Universitas Lampung.

Dr. Maulana Mukhlis menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran MKWK yang diberlakukan secara nasional berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti Nomor 84. Ketentuan tersebut mewajibkan seluruh mahasiswa di Indonesia untuk menempuh empat mata kuliah, yakni Agama, Bahasa Indonesia, Pancasila, dan Kewarganegaraan. Pada kesempatan ini, MKWK Agama Hindu bertindak sebagai tuan rumah kegiatan. Ia juga menegaskan Universitas Lampung terus berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat dengan menumbuhkan kerukunan dan toleransi antarumat beragama, seraya menekankan bahwa seluruh manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang kehidupannya diatur oleh Sang Pencipta.

Selanjutnya, penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ketut Murniati dan Dr. Maulana Mukhlis. Keduanya menekankan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan selaras dengan nilai-nilai Pancasila serta darma sebagai dasar dalam pembelajaran berbasis proyek. Pada tahun ini, Universitas Lampung melakukan revisi terhadap peraturan akademik dan kurikulum yang dikenal sebagai Kurikulum Berdampak. Melalui kurikulum tersebut, setiap mata kuliah tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas, tetapi juga harus berorientasi pada capaian hasil yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai mata kuliah wajib nasional, MKWK didorong oleh kementerian untuk dilaksanakan secara kolaboratif dengan mengintegrasikan dua atau lebih mata kuliah dalam satu proyek.

Universitas Lampung menjadi salah satu percontohan dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang ideal, selanjutnya diimplementasikan melalui kegiatan aksi kolaboratif berbasis proyek. Dalam kegiatan ini, Mata Kuliah Agama Hindu berperan sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh dari pengelola Pura Bhuana Santhi yang bersedia menjadi mitra pembelajaran bagi mahasiswa peserta MKWK Pancasila dan Agama Hindu.

Prof. Suripto menyampaikan bahwa kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan oleh MKWK lainnya, seperti halnya yang sudah dilakukan oleh agama Katolik, Pancasila, Agama Hindu, red. Tentunya dengan topik pembelajaran yang beragam. Seluruh inisiatif tersebut akan mendapatkan dukungan penuh dari pihak universitas. Tema utama yang diangkat dalam kegiatan ini adalah kepemimpinan berintegritas dan anti korupsi, yang berdasarkan RPS memang menjadi salah satu materi pembelajaran di seluruh MKWK.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan bakti sosial bersama di lingkungan sekitar Pura Bhuana Shanti, dilanjutkan diskusi dan tanya jawan interaktif antara nara sumber dan para peserta mengenai kepemimpinan berintegritas dan anti korupsi.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Lampung dalam membangun generasi berkarakter serta menunjukkan kehadiran universitas untuk seluruh lapisan masyarakat.[amat buhori].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *